banner 468x60

PT Adi Luhung Tak Menghiraukan Dampak Negatif Pada Lingkungan Sekitar

banner 160x600
banner 468x60

Lokasi PT. AdiLuhung. (Foto: Wadud)

 

LIPUTANMADURA.COM, BANGKALAN -- Warga Desa Ujung Piring dan Desa Sembilangan resah atas kegiatan Sandblasting yang dilakukan PT. Adi Luhung Sarana Segara Indonesia Di JL. Raya Ujung Piring, Desa Ujung Piring, Kec. Bangkalan, Kabupaten Bangkalan.

Kegiatan Sandblasting tidak lain adalah proses penyemprotan abrasive material biasanya berupa pasir silika atau steel grit dengan tekanan tinggi pada suatu permukaan dengan tujuan untuk menghilangkan material kontaminasi seperti karat, cat, garam, oli dan lain-lain. Namun adanya kegiatan tersebut warga tidak mendapatkan kompensasi sepadan sehingga timbuk rasa resah.

Saat ini proses sandblasting kerap dilakukan karena banyaknya kapal. Pihak perusahaan tidak bisa mengatur schedule atas aktifitas tersebut. Moh. Usman saat ditemui menuturkan ada sebagian warga yang terkena penyakit pernafasan akibat terlalu sering menghirup pasir hasil limbah dari proses sandblasting .
"Dulu proses Sandblasting hanya dilakukan saat malam hari saja tapi sekarang karena kapalnya sudah banyak jadi siang dan malam hari," ujar salah satu pihak perusahan, Selasa (31/1).

Menurutnya, kompensasi dampak dari PT.Adi Luhung tergolong kecil. Setiap tiga bulan, perusahaan hanya mengeluarkan dana sebesar Rp. 2.500.000 dan dibagikan ke 50 warga. Namun, uang kompensesi itu tidak sebanding dengan dampak yang dirasakan oleh masyarakat.
"Buat apa cuma 50 ribu untuk tiga bulan. Buat berobat saja jelas tidak cukup," kesalnya.

Tak hanya itu, perusahaan tidak pernah melibatkan tokoh masyarakat dalam pembahasan pembayaran kompensasi. Hal yang sama diungkapkan Ahmad, wakil BPD Desa Sembilangan. Dia menganggap PT. Adi Luhung kurang memperhatikan dampak negatif kegiatan terhadap masyarakat sekitar. 
"Selama ini kita tidak pernah dimintai pendapat terkait masalah ini," katanya.

Sementara untuk desanya sendiri kompensasi yang diberikan hanya sebesar Rp.2.000.000 untuk 40 warganya yang dibayarkan per tiga bulan sekali.

Untuk itu, warga berharap pihak perusahaan lebih memikirkan lagi dampak yang dirasakan oleh masyarakat agar bisa menyesuaikan uang kompensasi dampak yang harus diberikan kepada masyarakat.

Sementara itu, Andi yusuf, Humas PT. Adiluhung mengaku telah melakukan koordinasi dengan kepala desa ujung piring dan kepala desa sembilangan terkait uang kompensasi dampak yang baru.
"Dua minggu yang lalu kita sudah koordinasi dengan Kades ujung piring," Ujarnya saat ditemui di ruangannya.

Sementara mengenai jumlah uang kompensasi masing-masih dua Desa tersebut merupakan kebijakan yang lama. Namun, untuk tahun 2017 pihaknya berencana untuk memperbaharui dan menjamin aka
"Di awal tahun ini kita memang ingin koordinasi dulu dengan para kades sebelum mengambil keputusan," tandasnya. (Wadud)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "PT Adi Luhung Tak Menghiraukan Dampak Negatif Pada Lingkungan Sekitar"