banner 468x60

Haris Azhar Sebut Penanganan Kasus Kekerasan Wartawan di Bangkalan Buruk

banner 160x600
banner 468x60

Haris Azhar saat Berkunjung ke Polres Bangkalan. (Foto: Wadud)

 

LIPUTANMADURA.COM, BANGKALAN -- Advokad dan pengajar HAM Haris Azhar, SH, MH mendesak Polres Bangkalan secepatnya mengusut kasus kekerasan yang menimpa salah satu jurnalis di Bangkalan.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Bangkalan, Haris Azhar jauh hari sudah mendengar bahwa  di Kabupaten Bangkalan terjadi kekerasan terhadap wartawan yang sampai sekarang belum di tangani oleh penegak hukum.

Menurut Haris, Polisi di Bangkalan penanganannya masih sangat buruk dan harus mendapatkan perhatian khusus. Sebab, yang menjadi korban kekerasan adalah orang yang ingin membangun Bangkalan lebih maju.
"Misalnya wartawan kan dia bisa memproduksi informasi karna hak masyarakat tau informasi yang sebenarnya," ungkapnya, Selasa (14/3). 

Haris menambahkan wartawan adalah aktor demokrasi yang mengawasi negara untuk mengelola uang Rakyat. Apabila penegak hukum membiarkan kasus tersebut, maka para penjahat akan semakin berani untuk melakukan kekerasan.
"Ini selalu terjadi karena penegak hukumnya kurang baik. Sekali penegakan hukum gak baik maka di jadikan pola untuk melakukan kekerasannya," ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan Anisullah M Ridha berjanji akan terus mengawal. Bahkan dalam minggu ini berkasnya akan segera di limpahkan ke kejaksaan negeri Bangkalan.
"Segera kita tindak lanjuti dan berkomitmen untuk menyerahkan masalah ini ke jaksa," pungkasnya.

Sekedar diketahui, salah satu jurnalis Bangkalan, Ghinan Salman beberapa waktu lalu mendapat perlakuan kurang baik. Ghinan di pukul 10 pegawai PU Bangkalan saat melakukan proses peliputan berita. (Wadud)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Haris Azhar Sebut Penanganan Kasus Kekerasan Wartawan di Bangkalan Buruk"