banner 468x60

13 Kades Kecamatan Geger Laporkan Wakil Ketua DPRD Bangkalan Ke Polres Bangkalan, Kenapa ?

banner 160x600
banner 468x60

Foto Ilustrasi Penipuan. (Foto: Wadud)

 

LIPUTANMADURA.COM, BANGKALAN -- Diduga melakukan penipuan, Wakil Ketua DPRD Bangkalan Abdurrahman, dilaporkan ke Polres Bangkalan. Kader Partai Demokrat itu, diadukan para Kepala Desa (Kades) yang berjumlah sekitar 13 orang. Mereka dimintai uang jutaan rupiah dengan iming-iming proyek.

Dalam surat laporan tertanggal 18 Januari 2017, H. Rahem, Kepala Desa (Kades) Campor Kecamatan Geger Bangkalan mengadukan sekaligus melaporkan tindakan Wakil Ketua DPRD Bangkalan Abdurrahman. Rahem menggangap tindakan tersebut sudah melampaui batas.
"Ini telah melampaui kapasitas dan wewenangnya sebagai anggota dewan," katanya, Selasa (14/3).

Pengakuan Rahem, masing-masing Kades dimintai uang Rp 6 juta. Selain dari Kades Campor Kecamatan Geger, beberapa Kades lainnya yang telah merasa tertipu di antaranya Kades Banyoning Dajah (Hadiri), Kades Kompol (Marsuki), Kades Kampak (Abu Yasit), Kades Togubang (Rohim) dan Kades Tegarpriyah (M. Lipah). Semua
Kades tersebut berasal dari Kecamatan Geger Bangkalan.
“Kami dijanjikan proyek jika bayar 6 juta. Tapi nyatanya bohong,” kesalnya.

Mereka meminta Polres Bangkalan segera ditindak lanjuti aduan tersebut. Sebab, tindakan tersebut dilakukan oleh anggota dewan yang seharusnya memperjuangkan rakyatnya, bukan malah merugikan. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Anton Widodo membenarkan adanya pengaduan dari beberapa Kades. Anton mengaku sudah melakukan klarifikasi terhadap pengadu. Namun, untuk menindak lanjuti laporan itu, dirinya akan melakukan penyelidikan.
“Peristiwa ini belum ada laporan Polisi baru pengaduan,dari pengaduan ini akan kita lakukan penyeledikan," ungkapnya.

Anton menuturkan, pengadu mengaku pernah bertemu dengan Abdurrahman dan menyampaikan kepada Rahem bahwa anggota DPR RI dari pusat mengadakan proyek di wilayah Kabupaten Bangkalan. 
“Oleh Rahem disampaikan ke Kades-kades yang lain, kemudian ada pertemuan H Rahem dengan dengan Abdurahman, tapi disitu tidak ada penyerahan uang,” papar Anton.

Masih kata Anton, setelah beberapa hari Rahem menyerahkan uang kepada orang yang dia tidak kenal dan orang itu mengaku katanya orangnya Abddurahman. Oleh sebab itu, Anton akan menelusuri penerima uang tersebut.
"Apakah ada kaitanya dengan pak Abdurhaman, atau tidak ada hubungannya, masih kita dalami, uang yang terkumpul itu Rp 10 juta,” tandasnya. (Wadud)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "13 Kades Kecamatan Geger Laporkan Wakil Ketua DPRD Bangkalan Ke Polres Bangkalan, Kenapa ?"