banner 468x60

Angkot Kota Malang Mogok Empat Hari, ini Analisa Politiknya

banner 160x600
banner 468x60

Situasi Pemogokan Angkutan Umum di Kota Malang. (Foto: ABW)

 

LIPUTANMADURA.COM, KOTA MALANG - Pemogokan yang dilakukan oleh Paguyuban Sopir Angkutan Kota di Kota Malang ditengarai tidak hanya didorong oleh konflik kepentingan ekonomi antara Pelaku Usaha Angkutan Mode Konvensional versus Angkutan Mode Online yang belakangan berkembang pesat di Kota Dingin. Aroma politisasi diendus sebagai faktor pemicu yang justru mengambil alih faktor awalnya.

"Sulit untuk menyebut pemogokan itu tidak memiliki muatan politik yang terkontak langsung dengan kepentingan dalam Pilwakot Malang yang akan digelar tahun 2018 mendatang", ujar Adi Putra, Akademisi Ilmu Politik dan Aktifis Pemerhati Kebijakan Publik Jawa Timur saat diwawancarai via telepon selularnya (Jumat, 10/03/2017).

Menurutnya, sejak awal kepemimpinan Abah Anton (nama tenar wali kota Malang, Moh. Anton) isu transportasi menjadi polemik yang cukup menyedot energi politik, tidak hanya ditingkat elit politik namun melibatkan mobilisasi emosional Warga Kota Malang. "masih sangat segar dalam ingatan, pengaturan arus lalu-lintas khususnya disekitar Universitas Brawijaya memunculkan polemik yang akhirnya memaksa Pemkot mengevaluasi kebijakannya", terang Adi.

Masih menurut Adi, letak geografis dan tipical ekonomi kota malang memang menjadikan persoalan transportasi sebagai salah satu bidang ekonomi yang banyak menumpu hajat hidup sebagian besar warga kota malang. Jadi tidak aneh jika beberapa pihak melihat isu transportasi ini sebagai isu yang seksi untuk dimainkan dalam kepentingan kontestasi elektoral kota malang yang belakangan mulai menggeliat setahun menjelang pelaksanaannya.

"Jadi tidak bisa dilihat sebagai persoalan an-sich konflik angkot versus gojek, misalnya. Namun harus dilihat secara keseluruhan, sebagai sebuah peristiwa sosial politik yang akhirnya akan menghasilkan dampak politik, sekurang-kurangnya berkisar pada penguatan dan pelemahan elektabilitas calon tertentu", terang Adi lagi.

Pada akhir perbincangan, Adi mengharapkan, terlepas dari semua permainan politik dibelakang pemogokan itu, pihaknya berharap agar Warga tidak harus menanggung dampak negatifnya. " Pelajar dan Pekerja menjadi pihak yang paling dirugikan dalam empat hari pemogokan itu", terang Adi lagi.

"Kemampuan negosiasi Pak Wali Kota sebagai Leader teruji dalam Pemogokan itu", pungkas Adi. (ABW)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Angkot Kota Malang Mogok Empat Hari, ini Analisa Politiknya"