banner 468x60

Konversi BBM ke Elpiji, Pemerintah Dorong Ekonomi Nelayan

banner 160x600
banner 468x60

KARANGASEM - Pemerintah terus berupaya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat pesisir dengan menggulirkan program paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke elpiji bagi nelayan. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun ini akan disalurkan 24.000 paket konversi yang akan dibagikan di 26 kabupaten/kota.

”Program konversi BBM ke elpiji ini bertujuan membantu nelayan menghemat bahan bakar sehingga dapat meningkatkan produksi ikan tangkap mereka,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan saat meninjau penerimaan manfaat program konversi BBM keelpiji nelayan diKarangasem, Bali, akhir pekan lalu.

Menurut Jonan, penghematan dengan gas elpiji cukup signifikan dibanding BBM. Dia merinci, penghematan biaya nelayan dengan elpiji subsidi 3 kg mencapai 62,35% atau setara Rp28.150 per hari. Paket konversi yang dibagikan pemerintah terdiri atas mesin, tabung elpiji 3 kg, long tail, dan converter kit dengan biaya rata-rata Rp7-12 juta per paket.

Penyebaran paket konversi elpiji tahun ini akan dilakukan bertahap mulai bulan Maret- Desember dengan kriteria penerima manfaat untuk nelayan kecil yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 gross tonnage (GT) dengan daya mesin di bawah 13 horse power (HP). ”Kami khususkan bagi nelayan dengan mesin motor tempel yang beroperasi harian,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmadja Puja mengatakan, anggaran yang dialokasikan untuk program konversi elpiji nelayan tahun ini mencapai Rp208 miliar. Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu sebesar Rp50 miliar. Tahun ini akan dibagikan 2.400 unit paket konversi, tahunlaludibagikan5.000 unit.

”Karena manfaatnya banyak sekali kita langsung usulkan ke DPR untuk dinaikkan sehingga tahun ini penerima manfaatnya lebih banyak,” tuturnya. Nyoman menambahkan, tahun ini untuk Bali akan menerima paket konversi 1.116 unit. Paket konversi akan dibagikan di tiga kabupaten, yakni Karangasem, Tabanan, dan Jembrana.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, saat ini masih terdapat 5.400 nelayan tradisional di Karangasem yang secara ekonomi perlu ditingkatkan. Dari jumlah tersebut, penerima manfaat paket konversi bagi nelayan di Karangasem baru sebanyak 625. ”Dalam waktu tiga sampai empat tahun ke depan kita harapkan tidak ada lagi nelayan miskin di daerah kami. Dengan bantuan konversi ini semoga dapat memompa semangat untuk keluar dari kemiskinan,” katanya.

Di tempat sama Nyoman Rate, nelayan dari Karangasem, mengaku sangat terbantu dengan program konversi BBM ke elpiji. Kini, pengeluarannya untuk bahan bakar kapal lebih hemat sehingga pendapatan yang diperolehnya meningkat. ”Kalau pakai bensin, 2- 3 jam pengeluarannya sampai Rp50.000-60.000. Setelah menggunakan gas, hanya Rp20.000- 30.000,” ungkapnya.

Nelayan lain, Made Rumani, juga mengakui turunnya biaya operasional dengan menggunakan elpiji. Namun, paket elpiji yang dibagikan pemerintah menurutnya perlu penyempurnaan.” Kendalanya, mesintidakada indikator (volume) gasnya, sehingga sering tidak ketahuan kalau gasnya mau habis saat sedang mencari ikan,” tuturnya.

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Konversi BBM ke Elpiji, Pemerintah Dorong Ekonomi Nelayan"